Seorang siswa bisa menghabiskan lebih dari seribu jam pelajaran bahasa Inggris sejak sekolah dasar sampai lulus sekolah menengah. Dia hafal rumus tenses, bisa mengerjakan soal pilihan ganda dengan nilai baik, dan mengenali ratusan kata. slot gacor Tapi ketika harus menjawab pertanyaan sederhana dari orang asing, kalimatnya tersendat dan pikirannya sibuk menyusun struktur sebelum bunyi keluar. Jarak antara jumlah jam yang dipakai dan kemampuan yang dihasilkan ini punya sebab yang bisa ditelusuri.

Bahasa Diperlakukan sebagai Mata Pelajaran Hafalan

Persoalan paling dasar ada di cara bahasa itu dijadikan bahan ujian. Karena ujian berbentuk soal tertulis, yang diajarkan adalah hal-hal yang bisa dinilai lewat lembar jawaban, yaitu aturan tata bahasa, daftar kata, dan pola kalimat.

Akibatnya siswa mempelajari bahasa sebagai kumpulan pengetahuan tentang bahasa, bukan sebagai kemampuan menggunakannya. Ini dua hal yang berbeda. Orang bisa menjelaskan aturan penggunaan bentuk lampau dengan lancar dan tetap gagal memakainya secara spontan, sama seperti orang bisa hafal aturan lalu lintas tanpa bisa mengendarai mobil.

Kemampuan menggunakan bahasa terbentuk lewat pengulangan dalam situasi nyata, bukan lewat pemahaman aturannya. Aturan membantu memperbaiki kesalahan setelah kemampuan dasarnya ada, tapi tidak bisa menggantikan proses pembentukannya.

Kurangnya Masukan Bahasa yang Bisa Dipahami

Untuk menguasai bahasa, seseorang perlu terpapar bahasa itu dalam jumlah besar, pada tingkat kesulitan yang sedikit di atas kemampuannya tapi masih bisa dipahami dari konteks.

Di kelas bahasa Inggris pada umumnya, jumlah bahasa Inggris yang benar-benar didengar siswa sangat sedikit. Penjelasan guru sering disampaikan dalam bahasa Indonesia karena kalau tidak, sebagian siswa tidak mengikuti. Teks bacaannya pendek dan diikuti soal. Waktu berbicara terbagi ke tiga puluh siswa dalam empat puluh menit, sehingga giliran setiap anak terhitung dalam detik.

Bandingkan dengan anak yang menonton tayangan berbahasa Inggris beberapa jam seminggu di luar sekolah. Dia mendapat masukan bahasa yang jauh lebih banyak dan lebih beragam, dan perbedaan kemampuannya biasanya terlihat jelas meski jam pelajarannya sama.

Rasa Takut Salah yang Menghambat Latihan

Ada penghalang lain yang sifatnya sosial. Di banyak kelas, kesalahan berbicara langsung ditertawakan, terutama kesalahan pelafalan. Anak yang pernah mengalaminya belajar satu hal, yaitu diam lebih aman daripada mencoba.

Padahal berbicara dengan kesalahan adalah tahap yang tidak bisa dilewati. Orang tidak bisa lebih dulu sempurna baru mulai berlatih. Ketika ruang untuk membuat kesalahan tertutup, satu-satunya cara berlatih yang tersisa hilang.

Guru yang langsung memotong dan mengoreksi setiap kesalahan tata bahasa saat siswa sedang berusaha menyampaikan maksud juga menghasilkan efek serupa, meski niatnya membantu. Koreksi lebih efektif diberikan setelah upaya berbicara selesai, bukan di tengah-tengahnya.

Kemampuan Membaca yang Sebenarnya Berkembang

Perlu dicatat bahwa hasil pengajaran bahasa Inggris di sekolah tidak sepenuhnya nihil. Kemampuan memahami teks tertulis biasanya berkembang jauh lebih baik daripada kemampuan berbicara, dan kemampuan itu punya nilai praktis besar untuk membaca petunjuk, dokumen, dan bahan bacaan bidang tertentu.

Persoalannya adalah harapan yang dibangun tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya dilatih. Sekolah melatih pemahaman bacaan, sementara ukuran keberhasilan yang dipakai orang adalah kelancaran berbicara.

Penutup

Kesenjangan antara lama belajar dan kemampuan yang terbentuk pada pelajaran bahasa Inggris bukan tanda bahwa siswanya tidak berbakat atau gurunya tidak bekerja. Kesenjangan itu adalah hasil yang wajar dari susunan yang menempatkan ujian tertulis sebagai tujuan, menyediakan paparan bahasa dalam jumlah kecil, dan menutup ruang untuk salah. Selama ketiganya bertahan, penambahan jam pelajaran hanya memperbanyak hal yang sama dan menghasilkan lebih banyak orang yang tahu tentang bahasa Inggris tanpa merasa bisa memakainya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *